Indeks kekeringan untuk delapan sentra padi utama, dihitung dari data agrometeorologi harian 1991–2026 dan diperbarui otomatis. Setiap angka di halaman ini dihitung langsung dari data — bukan dikutip dari laporan. A drought index for eight major rice centres, computed from daily agrometeorological data for 1991–2026 and refreshed automatically. Every number on this page is computed from the data itself, not quoted from a published report.
Empat angka kunci dari jendela tiga bulan terakhir yang lengkap. Kategori mengikuti ambang batas SPI standar: moderat pada −1,0; berat pada −1,5; ekstrem pada −2,0. Four headline numbers from the latest complete three-month window. Classes follow the standard SPI thresholds: moderate at −1.0, severe at −1.5, extreme at −2.0.
Lingkaran menandai sentra padi yang dipantau; warna menunjukkan kategori SPI-3 dan ukurannya mengikuti besarnya defisit. Klik untuk rincian. Klik peta dua kali untuk memperbesar. Circles mark the monitored rice centres; colour encodes the SPI-3 class and size scales with the size of the deficit. Click for detail. Double-click the map to zoom.
SPI-1/3/6/12 = indeks untuk jendela 1, 3, 6, dan 12 bulan. “Kelembapan tanah” = persentil kelembapan zona akar bulan terakhir. “Hari kering” = rentang terpanjang tanpa hujan berarti (<1 mm/hari) dalam 90 hari terakhir. SPI-1/3/6/12 = index over 1, 3, 6 and 12-month windows. “Soil wetness” = percentile of last month’s root-zone wetness. “Dry spell” = longest run without meaningful rain (<1 mm/day) in the last 90 days.
| SentraCentre | KategoriClass | SPI-1 | SPI-3 | SPI-6 | SPI-12 | Hujan 3 bln (mm)Rain 3 mo (mm) | Anomali 3 blnAnomaly 3 mo | Anomali bln iniAnomaly this mo | Kelembapan tanahSoil wetness | Hari keringDry spell |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Memuat…Loading… | ||||||||||
Berapa banyak lahan baku sawah 2023 yang berada di sel grid yang sedang defisit. How much of the 2023 designated paddy land sits in grid cells currently in deficit.
Menghubungkan dua kumpulan data…Joining the two datasets…
Bagian ini menjawab pertanyaan yang berbeda dari dua bagian sebelumnya. Keduanya bersifat meteorologis — seberapa kering curah hujan dibanding kebiasaan. Yang ditampilkan di sini adalah kondisi tanaman padinya sendiri: dihitung petak demi petak pada lahan sawah oleh model di komputer lain, lalu diunggah ke halaman ini. This section answers a different question from the two above. Those are meteorological — how dry rainfall is compared with normal. What is shown here is the condition of the paddy itself: computed pixel by pixel on paddy land by a model on another machine, then uploaded to this page.
Memuat lapisan kondisi…Loading the condition layer…
Pilih sentra untuk melihat riwayat dan curah hujan tahun berjalan. Rata-rata garis putus-putus abu-abu pada grafik bawah adalah rata-rata delapan sentra. Pick a centre to see its history and the current year’s rainfall. The grey dashed line is the mean of all eight centres.
SPI adalah ukuran kekeringan meteorologis yang direkomendasikan WMO. Nilainya menyatakan berapa simpangan baku curah hujan pada suatu jendela waktu dibanding distribusi historis jendela yang sama. Karena sudah memperhitungkan musim, angka Juli bisa dibandingkan dengan angka Januari. SPI is the meteorological drought measure recommended by WMO. It expresses how many standard deviations a window’s rainfall sits from the historical distribution of that same window. Because seasonality is already removed, a July value can be compared with a January value.
Kekeringan bekerja pada beberapa skala sekaligus. SPI-1 menangkap kondisi satu bulan — berguna untuk keputusan irigasi jangka pendek. SPI-3 adalah skala yang paling dekat dengan pengalaman petani semusim dan dipakai sebagai kategori utama di halaman ini. SPI-6 mencerminkan defisit yang menumpuk sepanjang satu musim tanam. SPI-12 mendekati kekeringan hidrologis — kondisi waduk, saluran irigasi, dan air tanah. Drought operates on several timescales at once. SPI-1 captures a single month — useful for short-term irrigation decisions. SPI-3 sits closest to the experience of one cropping season and is the headline class on this page. SPI-6 reflects a deficit accumulated over a whole season. SPI-12 approaches hydrological drought — reservoirs, canals and groundwater.
Curah hujan adalah masukan; kelembapan tanah adalah kondisi yang benar-benar dirasakan akar. Angka di halaman ini adalah persentil kelembapan zona akar bulan terakhir terhadap bulan yang sama pada 1981–2020. Persentil 10 berarti bulan itu termasuk 10 persen terkering dalam catatan — lebih langsung relevan bagi tanaman daripada curah hujan mentah. Rainfall is the input; soil wetness is what the roots actually experience. The figure here is the percentile of last month’s root-zone wetness against the same month in 1981–2020. A 10th percentile means the month ranks among the driest 10 percent on record — more directly relevant to a crop than raw rainfall.
SPI adalah rata-rata; hari kering berturut-turut menangkap bentuknya. Dua bulan dengan curah hujan sama bisa sangat berbeda dampaknya: hujan yang tersebar merata memberi tanaman peluang, sementara satu hujan besar diikuti sebulan kering tidak. Pada padi, rentang kering lebih dari sekitar sepuluh hari pada fase berbunga sudah cukup untuk menurunkan hasil. SPI is an average; consecutive dry days capture the shape. Two months with identical rainfall can differ greatly in impact: well-spread rain gives the crop chances, whereas one heavy fall followed by a dry month does not. In rice, a dry spell of more than roughly ten days during flowering is enough to cut yield.
Beras adalah pangan pokok utama di Indonesia, dan padi adalah tanaman yang paling tidak toleran terhadap kekurangan air pada fase tengah pertumbuhannya. Kalender di bawah ini adalah penyederhanaan untuk varietas berumur sekitar 110–120 hari. Rice is Indonesia’s staple food, and paddy is least tolerant of water shortage in the middle of its growth cycle. The calendar below is a simplification for varieties of roughly 110–120 days.
Pertumbuhan anakan dan daun. Kekurangan air menekan jumlah anakan; tanaman masih bisa pulih bila air datang kembali. Tillering and leaf growth. Water shortage suppresses tiller number; the plant can still recover if water returns.
Primordia, bunting, dan berbunga. Kekeringan di sini mengurangi jumlah gabah per malai dan meningkatkan gabah hampa — kehilangan hasil pada fase ini sering tidak dapat dipulihkan. Panicle initiation, booting and flowering. Drought here reduces grains per panicle and raises spikelet sterility — yield lost at this stage is often unrecoverable.
Kebutuhan air menurun, tetapi kekeringan mempercepat pemasakan dan mengecilkan bobot gabah. Water demand falls, but drought hastens ripening and reduces grain weight.
Sebagian besar keragaman curah hujan antartahun di Indonesia dijelaskan oleh dua fenomena samudra. El Niño — fase hangat ENSO di Pasifik — cenderung menunda awal musim hujan dan memendekkan musim hujan. Indian Ocean Dipole (IOD) positif, dengan perairan lebih hangat di Samudra Hindia bagian barat, memperkuat efek itu ketika keduanya terjadi bersamaan. Kombinasi inilah yang membuat tahun-tahun seperti 1997, 2015, dan 2023 tercatat sebagai tahun kering di banyak sentra padi. Two ocean phenomena explain most of Indonesia’s year-to-year rainfall variability. El Niño — the warm phase of ENSO in the Pacific — tends to delay the onset of the wet season and shorten it. A positive Indian Ocean Dipole, with warmer water in the western Indian Ocean, amplifies that effect when the two coincide. Together they are why years such as 1997, 2015 and 2023 appear as dry years across many rice centres.
Grafik anomali tahunan di atas menunjukkan hal ini secara empiris untuk setiap sentra, dari data curah hujan itu sendiri — tahun-tahun yang ditandai El Niño kuat umumnya berada di sisi negatif. Perhatikan bahwa hubungannya tidak seragam: sentra di Sumatera dan Kalimantan dengan tipe hujan ekuatorial merespons lebih lemah dibanding sentra di Jawa dan Nusa Tenggara dengan musim yang lebih tegas. The annual anomaly chart above shows this empirically for each centre, straight from the rainfall record — strong El Niño years generally sit on the negative side. Note that the relationship is not uniform: centres in Sumatra and Kalimantan with equatorial rainfall regimes respond more weakly than those in Java and Nusa Tenggara with a sharper seasonal contrast.
Data harian curah hujan, suhu, kelembapan relatif, dan kelembapan tanah diambil dari NASA POWER (produk reanalisis MERRA-2) untuk delapan titik yang mewakili sentra padi utama di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Rentang data 1 Januari 1991 hingga hari terakhir yang tersedia. Semua perhitungan dilakukan di server dengan Python dan hasilnya disajikan sebagai berkas JSON statis, sehingga halaman ini tidak bergantung pada API pihak ketiga saat dibuka. Daily rainfall, temperature, relative humidity and soil wetness come from NASA POWER (the MERRA-2 reanalysis) at eight points representing major rice centres in Java, Sumatra, Sulawesi and Kalimantan. The record runs from 1 January 1991 to the latest available day. All computation happens server-side in Python and the result is published as a static JSON file, so the page depends on no third-party API when you open it.
| SentraCentre | Hujan Jun–Agu 2026 (POWER / ERA5)Jun–Aug 2026 rain (POWER / ERA5) | Klimatologi 1991–2020 (POWER / ERA5)1991–2020 climatology (POWER / ERA5) | Anomali POWERPOWER anomaly | Anomali ERA5ERA5 anomaly | SPI-3 POWER | SPI-3 ERA5 | SepakatAgree |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Memuat…Loading… | |||||||
Seluruh halaman ini dapat dibangun ulang dari tiga skrip Python di server. Tidak ada angka yang dimasukkan secara manual. This entire page can be rebuilt from three Python scripts on the server. No figure is entered by hand.
pipeline/fetch_power.py # NASA POWER daily data -> pipeline/raw/*.json pipeline/compute_indices.py # -> site/data/drought.json (SPI, soil, dry spells) pipeline/crosscheck.py # -> site/data/crosscheck.json (ERA5 verification)
Kekeringan pertanian jarang muncul tiba-tiba — SPI-3 dan SPI-6 bergerak lebih lambat daripada kondisi lapangan, dan justru di situlah nilainya: ia memberi waktu untuk bertindak. Daftar berikut disusun dari praktik yang sudah mapan, bukan rekomendasi baru. Agricultural drought rarely appears overnight — SPI-3 and SPI-6 move more slowly than field conditions, and that is precisely their value: they buy time to act. The list below collects established practice rather than new recommendations.
Dikelola sebagai bagian dari layanan pemetaan ownmap.id. Bila Anda menemukan kekeliruan, koreksi diterima dengan senang hati — terutama bila Anda memiliki data lapangan atau stasiun pembanding untuk sentra tertentu. Maintained as part of the ownmap.id mapping services. Corrections are welcome — particularly where you hold field or station data for a given centre.